Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku
Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk , tenang , senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga
Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpesona
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna
KElompok :Hasan, Husain, Dihak, Fathur
Senin, 21 Januari 2013
Minggu, 25 November 2012
puisi palestina
we love
palestine
Palestine
than you used to be colonized
by zionist israel laknattullah
rise time
This is an invitation to die a martyr
we will always pray for you
because we
love palestine
Palestine
than you used to be colonized
by zionist israel laknattullah
rise time
This is an invitation to die a martyr
we will always pray for you
because we
love palestine
Kamis, 01 November 2012
Judul : 99
kisah menakjubkan dalam al qur'an
pengarang
:ridwan abqary
resensi:
muhammad hasan
Tujuh
pintu neraka
(Qs
al hijr [15]:44)
neraka
itu memiliki tujuh pintu yang di sediakan bagi golongan tertentu
sementara itu ,jarak dari pintu ke pintu lain nya membutukan waktu
70.000 tahun lamanya. Betapa luas nya neraka itu Allah memang
mahabesar dan maha pencipta.
Nabi
muhammad saw.mengetahui tujuh pintu neraka ini ketika malaikat jibril
datang membawa wahyu dari Allah swt.mengenai hal itu .di sebutkan
oleh malaikat jibril bahwa satu per satu mengenai pintu pintu yang
ada dineraka tersebut pintu neraka yang pertama dinamakan hawwiyah
untuk orang kafir dan munafik, lalu pintu yang kedua di namakan jahim
untuk orang musyirikin, lalu pintu yang ketiga untuk dinamakan saqar
kaum shobiin atau penyembah api, lalu pintu yang keempat dinamakan
Ladha , untuk iblis dan para pengikutnya ,lalu pintu kelima dinamakan
hutomah untuk kaum yahudi,lalu pintu keenam dinamakan sa'ir untuk
bagi kaum kafir dan yang ketujuh adalah neraka jahanam bagi umat nabi
muhammad yang berdosa besar
Senin, 15 Oktober 2012
Lembaga-Lembaga Perlindungan HAM di Indonesia
Di
Indonesia Pelaksanaan upaya pelindungan HAM dilakukan oleh lembaga
milik pemerintah dan lembaga milik swasta lain yang berwenang, antara
lain :
1. Kepolisian
Tugas kepolisian adalah melakukan pengamanan dan penyelidikan terhadap setiap berkas perkara pelanggaran HAM yang masuk.
2. Kejaksaan
Tugas
utama jaksa adalah melakukan penuntutan suatu perkara pelanggara HAM
yang telah dilaporkan. Kejaksaan diatur dalam UUD No. 16 Tahun 2004.
3. Komnas HAM
Tujuan Komnas HAM adala memberikan perlindungan sekaligus penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
4. Pengadilan HAM di Indonesia
Pengadilan
HAM khusus diprntukan dalam menangani pelanggaran hak asasi manusia
yang berat yaitu kejaksaan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Proses pemeriksaan perkara dalam Pengadilan HAM tidak jauh berbeda
dengan prosedur-prosedur pemeriksaan di Pengadilan sipil.
5. Lembaga Bantuan Hukum
LBH
bersifat membela kepentingan masyarakat tanpa memandang latar belakang
suku, keturunan, warna kulit, ideologi, keyakinan politik, harta
kekayaan, agama dan kelompok.
6. YLBHI ( Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia)
YLBHI sebagai upaya pnegakan dan perlindungan HAM pada masyarakat menengah kebawah.
7. Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Perguruan Tinggi
Menangani masalah-masalah pengabdian kepada masyarakat, seperti perselisihan warisan, uang ganti pembebasan tanah.
8. Komnas Anak
Tugas utama menyelenggarakan perlindungan trhadap hak-hak anak
Minggu, 07 Oktober 2012
1
Niat ikhlas karena Allah
Allah SWT berfirman,
"Padahal mereka tidak diperintah, kecuali supaya beribadah
kepada Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama-Nya dengan lurus." (Al-Bayyinah:5).
Dan sabda Nabi saw, "Sesungguhnya segala amal perbuatan
bergantung pada niatnya.” (teks hadits dan takhirijnya sudah
termaktub dalam pembahasan syarat-syarat sahnya wudhu’).
2.
Wuquf di ’Arafah.
Berdasarkan sabda
Rasulullah saw. , ”Haji adalah ’Arafah (Wukuf).”
(Shahih: Shahih Ibnu Majah no:2441, Tirmidzi II:188 no:890, Nasa’i
V:264, Ibnu Majah II: 1003 no:3015. dan ’Aunul Ma’bud V:425
no:1933).
Dari ’Uwah ath-Thai r.a.
bertutur, Aku pernah datang menemui Nabi saw. di Musdalifah sewaktu
beliau pergi untuk shalat, lalu aku berkata, ”Ya Rasulullah,
sejatinya aku datang dari dua gunung Thai; sangat letih untukku dan
telah wuquf disana, lalu apakah ibadah haji saya sah?” Maka jawab
Rasulullah saw., ”Barangsiapa yang mengikuti shalat kami ini
dan wuquf bersama kami hingga kami bertolak (dari sini) dan
sebelumnya telah wuquf di ’Arafah pada siang atau malam hari, maka
sempurnalah ibadah hajinya dan hilanglah kotorannya (Artinya dia
telah melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya berupa manasik,
pent.)” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 2442, Tirmidzi II: 188
no:892, ’Aunul Ma’bud V:427 no:1934, dan Ibnu Majah II: 1004
no.3016 serta Nasa’i no:263).
3.
Mabit di Muzdalifah hingga terbit matahari dan shalat shubuh
di sana. Sebagaimana yang termaktub dalam hadits di atas:
“Barangsiapa yang
mengikuti shalat kami dan wuquf bersama kami hingga kami bertolak
(dari sini menuju Mina), dan sebelumnya telah wuquf di ‘Arafah pada
siang atau malam hari maka sempurnalah ibadah hajinya dan hilanglah
kotorannya.”
4.
Melakukan Thawaf Ifadhah.
Allah SWT berfirman,
“Dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling rumah yang
mulia (Baitullah).” (Al-Hajj :29).
Dari Aisyah r.a. bertutur,
Shafiyah binti Huyay datang bulan setelah sebelumnya saya
informasikan kepada Rasulullah saw, maka beliau bertanya, apakah ia
menyebabkan kita tertahan atau terhalang dalam perjalanan kita
sekarang ini (dengan sebab tidak dapat mengerjakan thawaf ifadhah
karena halnya itu, pent.)?” Saya jawab, “Ya Rasulullah, bahwa
Shafiyah sudah mengerjakan thawaf ifadhah dan sudah thawaf di
sekeliling Baitullah, kemudian setelah melakukan thawaf ifadhah ia
haidh.” Maka sabda Beliau, “Kalau begitu hendaklah dia keluar
[pulang bersama kami]!” (Muttafaqun ’alaih: Fathul Bari
III:567 no:1733, Muslim II:964 no:1211, ’Aunul Ma’bud V:486
no:1987, Nasa’i I:194, Tirmidzi II:210 no:949 dan Ibnu Majah II:
1021 no:30725).
Jadi, sabda Nabi saw.,
“Apakah ia menyebabkan kita tertahan, ini menunjukkan bahwa thawaf
ifadhah merupakan suatu kemestian yang harus dilaksanakan, dan ia
menjadi penghalang dan penahan bagi orang yang belum mengerjakkannya.
5.
Melakukan sa’i antara Shawaf dan Marwah, karena Rasulullah
saw. melakukannya, bahkan beliau juga memerintahkannya:
“Bersa’ilah;
karena sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian melakukan sa’i
Rabu, 03 Oktober 2012
PENGUKURAN
PANJANG
Tujuan:
- Mengukur dengan satuan baku dan tak baku secara baik dan benar
Alat:
- Tangan
- Penggaris
- Meteran
Langkah
Kerja!
- Berkumpullah dengan anggota kelompokmu! Setiap kelompok beranggotakan 4 orang!
- Pelajarilah gambar di bawah ini untuk memahami satuan jengkal, telapak, dan lengan!
- Ukurlah panjang 6 benda yang tertulis dalam Tabel 1 dengan menggunakan satuan yang telah ditentukan! Pengukuran dilakukan oleh setiap anggota kelompok! Catatlah hasil pengukuran kalian ke dalam Tabel 1!
- Ulangi langkah 3, tetapi menggunakan penggaris atau meteran. Catatlah hasil pengukuran kalian dalam Tabel 2!
- Jawablah pertanyaan dalam LKS berdasarkan hasil eksperimen kalian!
Hasil
Pengamatan
Tabel 1. Hasil
Pengukuran dengan Satuan Tidak Baku
|
Benda
yang diukur
|
Satuan
|
Hasil
Pengukuran Setiap Anggota Kelompok
|
|
|
|
|
3.
Dihak
|
4.
Hasan
|
|
|
Panjang
Bangku
|
Jengkal
|
3,5
|
3,8
|
|
|
Panjang
Buku Catatan
|
Telapak
|
2
1/4
|
2
1/4
|
3
|
|
Lebar
Pintu
|
Lengan
|
3
1/2
|
3
1/4
|
4
1/4
|
|
Panjang
Papan Tulis
|
Jengkal
|
13
|
12
|
14
|
|
Panjang
Meja Guru
|
Telapak
|
14
|
12
1/2
|
16,5
|
|
Lebar
kelas
|
lengan
|
13
|
15
|
15.5
|
Tabel 1. Hasil
Pengukuran dengan Satuan Tidak Baku
|
Benda
yang diukur
|
Satuan
|
Hasil
Pengukuran Setiap Anggota Kelompok
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Panjang
Bangku
|
cm
|
68
|
68
|
|
|
Panjang
Buku Catatan
|
cm
|
21
|
21
|
21
|
|
Lebar
Pintu
|
cm
|
149
|
149
|
149
|
|
Panjang
Papan Tulis
|
cm
|
234
|
234
|
234
|
|
Panjang
Meja Guru
|
cm
|
119
|
119
|
119
|
|
Lebar
kelas
|
cm
|
564
|
564
|
564
|
Pertanyaan
dan Kesimpulan:
- Amatilah hasil pengukuran satuan tidak baku (pada tabel 1). Apakah terdapat perbedaan ukuran? Menurutmu, mengapa hal itu bisa terjadi? Jelaskan! Masih karena lengan kita masih berbeda
- Amatilah hasil pengukuran dengan menggunakan alat ukur baku (pada tabel 2). Apakah terdapat perbedaan ukuran? Menurutmu, mengapa hal ini bisa terjadi? Jelaskan! Tidak karena sudah memakai satuan internasional yang di sebut penggaris
- Sebutkan keuntungan dan kerugian jika kita menggunakan alat tubuh (misalnya lengan, telapak tangan, jengkal) untuk melakukan pengukuran!Kerugiannya ukuranya berbeda-beda, Keuntungannya bisa mengukur panjang atau lebar suatu benda
- Sebutkan kesulitan-kesulitan yang akan terjadi jika Kalian menggunakan satuan tidak baku dalam melakukan pengukuran!hasilnya akan berbeda-beda tetap bisa mengukur
- Sebutkan contoh-contoh penggunaan satuan baku dalam kehidupan sehari-hari! Penggaris,meteran
Langganan:
Postingan (Atom)